10 Polisi Jadi Saksi di Sidang Bharada E dkk, Ada Kombes Susanto-Eks Kasat Reskrim Polres Metro Jaksel

10 Polisi Jadi Saksi di Sidang Bharada E dkk, Ada Kombes Susanto-Eks Kasat Reskrim Polres Metro Jaksel

Beskal Penuntut Umum (JPU) akan mendatangkan 10 orang saksi dalam persidangan kasus pembunuhan merencanakan pada Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dengan tersangka Richard Eliezer atau Bharada E, Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf, ini hari, Senin.

Penasihat hukum Kuat Ma’ruf, Irwan Irawan mengutarakan jika 10 orang yang hendak didatangkan JPU sebagai Anggota Polri yang jadi saksi dalam kasus obstruction of justice atau perintangan proses penyelidikan pengusutan kasus ini.

“Saksi dari faksi Kepolisian, (mereka jadi) saksi di kasus obstruction of justice,” kata Irwan ke Kompas.com, Minggu  malam.

Adapun 10 saksi yang akan didatangkan beskal ialah Kepala Sisi (Kabag) Penegakan Hukum (Gakkum) Provos pada Seksi Karier dan Penyelamatan (Propam) Polri Kombes Susanto Haris.

Sementara, sembilan saksi yang lain sebagai Anggota Polres Metro Jakarta Selatan. Mereka ialah bekas Kepala Unit Reserse Kriminil (Kasat Reskrim) AKBP Ridwan R Soflanit.

Selanjutnya, Kepala Sub Unit I Reserse Kriminil Umum (Kasubnit I Reskrimum) AKP Rifraizal Samuel dan Kasubnit I Unit I Reskrimum, Aipda Arsyad Daiva Gunawan.

Seterusnya, Anggota Reskrimum Aiptu Sullap Abo, Anggota Unit Analisis Sat Reskrim Bripka Danu Fajar Subektim dan Penyidik Pembantu Unit I Reskrimum Briptu Martin Gabe Sahata.

Disamping itu, ada pula Bintara Unit Krimum Briptu Rainhard Regern, Kasubnit II Unit III Ranmor, Tedi Rohendi, dan Kasubnit I Jatanras Endra Budi Argana, yang hendak datang sebagai saksi. Dalam tuduhan disebut, Eliezer tembak Brigadir J atas perintah bekas Kepala Seksi (Kadiv) Propam saat itu, Ferdy Sambo.

Kejadian pembunuhan Yosua disebutkan terjadi karena narasi sepihak istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi yang akui dilecehkan Yosua di Magelang.

Selanjutnya, Ferdy Sambo geram dan berencana pembunuhan pada Yosua yang mengikutsertakan Richard, Ricky, dan Kuat. Pada akhirnya, Brigadir J meninggal di dalam rumah dinas Sambo di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan pada 8 Juli 2022.

Atas kejadian itu, Eliezer, Sambo, Putri, Ricky dan Kuat dituduh menyalahi Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 56 ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). Kelimanya terancam pidana optimal hukuman mati, penjara sepanjang umur atau selamanya 20 tahun.

About admin

Check Also

Kasus Tambang Ilegal Dilacak saat sebelum Kasus Ferdy Sambo, Pemerhati: Aneh jika Kabareskrim Berasa Terserang

Kasus Tambang Ilegal Dilacak saat sebelum Kasus Ferdy Sambo, Pemerhati: Aneh jika Kabareskrim Berasa Terserang …