“Ada Permasalahan Besar di MA, Rutinitas Jual Membeli Kasus”

“Ada Permasalahan Besar di MA, Rutinitas Jual Membeli Kasus”

Pemerhati Antikorupsi Zaenur Rohman mengatakan jika ada empat cara yang penting dilaksanakan dalam memberantas tindak pidana korupsi yang terjadi di Mahkamah Agung (MA).

Hal itu dia pastikan karena ada dua hakim agung sebagai terdakwa korupsi, yaitu Hakim Agung Sudrajad Dimyati dan Gazalba Saleh.

“Harus ada pernyataan oleh MA jika MA harus mengaku diri sebagai lembaga alami pelapukan. Ada permasalahan besar di intern MA yakni rutinitas jual-beli kasus,” tutur Zaenur Rohman ke Kompas.com, Selasa.

Karena itu, dia minta MA supaya mengaku ada rutinitas kasus jual-beli kasus dalam lembaga itu.

“Yang ke-2 MA harus mohon maaf ke warga. Sesudah mengaku institusinya itu tetap digerogoti oleh korupsi harus mohon maaf ke warga,” katanya.

Seterusnya Zaenur menjelaskan, memerlukan yang bertanggungjawab atas kasus tindak pidana korupsi yang sudah dilakukan ke-2 hakim agung.

“Siapakah yang bertanggungjawab? Pimpinan. Saat ada korupsi oleh anak buah karena itu anak buah itu diolah secara hukum pidana dan etik diberentikan. Tapi pimpinannya harus bertanggungjawab, dengan apa? Memundurkan diri. Itu sebagai wujud pertanggungjawaban,” katanya.

Yang ke-4 dia mengatakan, memerlukan reformasi keseluruhan di MA untuk menahan tindak pidana korupsi terjadi kembali. “Reformasi dimulai dari recruitment, pembimbingan, pemantauan, sampai ke tehnis yudisial.

Itu harus ada reformasi keseluruhan di MA yang bisa pastikan (untuk) tutup celah-celah berlangsungnya tindak pidana korupsi,” katanya. Sebagai info, Komisi Pembasmian Korupsi (KPK) amankan panitera alternatif MA Elly Tri Pangestu dan beberapa PNS MA, advokat, dan faksi koperasi Intidana dalam operasi tangkap tangan (OTT) Kamis.

Sesudah dilakanakan gelar kasus, KPK memutuskan 10 orang terdakwa terhitung hakim agung Sudrajad Dimyati. Pada Jumat Sudrajad Dimyati penuhi panggilan KPK untuk jalani pengecekan sebagai terdakwa dan ditahan sesudahnya.

Adapun pemberi suap yakni Yosep Parera dan Eko Suparno sebagai advokat Intidana. Mereka diperhitungkan berjumpa dan berbicara dengan beberapa karyawan Kepaniteraan MA.

Dan faksi yang memperantai Yosep dan Eko cari hakim agung yang bisa memberi keputusan sama sesuai kemauannya yitu Desi Yustrisia, seorang karyawan negeri sipil (PNS) pada Kepeniteraan MA. Desi ajak Elly untuk turut serta dalam pemufakatan.

Tidak lama sesudah kasus Sudrajat Dimyati muncul, KPK memutuskan kembali seorang hakim agung sebagai terdakwa yaitu Gazalba Saleh. Sampai sekarang, KPK belum menerangkan dengan detail peranannya itu dalam kasus suap.

About admin

Check Also

PDI-P Berprasangka buruk Sukarelawan Janjikan Hal Tidak Sehat ke Massa, Meminta “Ring 1” Jokowi Tidak “Asal Bapak Suka”

PDI-P Berprasangka buruk Sukarelawan Janjikan Hal Tidak Sehat ke Massa, Meminta “Ring 1” Jokowi Tidak …