Argumen PT LIB dan Panpel Masih tetap Gelar Pertandingan Arema FC versus Persebaya pada Malam Hari

[ad-1]

Argumen PT LIB dan Panpel Masih tetap Gelar Pertandingan Arema FC versus Persebaya pada Malam Hari

Bencana yang tewaskan 131 orang di Stadion Kanjuruhan, Malang, jadi perhatian warga global. Beragam faksi juga sama-sama tuding saat khalayak minta pertanggungjawaban atas kejadian yang terjadi selesai pertandingan kelanjutan Liga 1 di antara Arema FC versus Persebaya. Selainnya pemakaian gas air mata oleh faksi kepolisian, waktu laga juga dipandang berperan pada berlangsungnya kekacauan itu. Sudah diketahui, pertandingan di antara Arema FC versus Persebaya diadakan jam 20.00 WIB. Walau sebenarnya, faksi kepolisian sudah minta ke panitia eksekutor (Panpel) dan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) supaya laga diawali. Namun, keinginan Polres Malang lewat surat dengan nomor B 2156/IX/PAM 3.3/2022 tanggal 18 September 2022 yang diberi tanda tangan Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat, ditampik oleh PT LIB dan Panpel laga.

PT LIB dan Panpel memilih untuk masih tetap melangsungkan pertandingan Arema FC versus Persebaya. Keterangan PSSI Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Sepakbola Semua Indonesia (PSSI), Yunus Nusi, mengutarakan argumen PT LIB dan Panpel masih tetap melangsungkan laga di antara Arema FC versus Persebaya saat malam hari. Ia menjelaskan, PT LIB, Panpel, dan faksi kepolisian sudah menyetujui beberapa persyaratan supaya laga masih tetap diadakan sama sesuai agenda sebelumnya. “Satu diantaranya menyetujui tidak untuk mendatangkan supporter musuh ke stadion. Itu yang menjadi referensi Panpel dan PT LIB,” kata Yunus. Dengan persetujuan itu, Yunus akui, korps-nya tidak menduga bisa terjadi kekacauan di Stadion Kanjuruhan.

Masalahnya Yunus menambah, faksinya menduga kekacauan cuma bisa terjadi jika simpatisan Persebaya, Bonek, tiba ke Stadion Kanjuruhan, ingat tidak bagusnya jalinan di antara Aremania dengan suporter team Bajul Ijo itu. “Di mana letak kekacauannya bila tidak ada persaingan supporter, tidak ada simpatisan Persebaya tiba ke Malang, hingga itu yang menjadi kesepemahaman dan pada akhirnya dikerjakan,” tutur Yunus. Yunus menerangkan, sekarang PSSI dan faksi berkaitan yang lain sedang lakukan interograsi yang dipegang langsung oleh Ketua Umum PSSI, Muhammad Iriawan, dengan mengikutsertakan Eksekutif Komite (Exco), PT LIB, dan Komite Disiplin (Komdis). “Ada dari team dokter untuk saksikan secara langsung di rumah sakit. Diprediksi sore hari ini telah berada di Malang, kita nantikan hasilnya,” ujarnya.

Pengakuan Menkopolhukam Awalnya, Menteri Koordinator Sektor Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD, sudah mengutarakan jika aparatur keamanan sudah minta supaya agenda laga digeser ke sore hari. “Sebetulnya, semenjak saat sebelum laga faksi aparatur telah memperhitungkan lewat koordinir dan usul-usul tehnis di atas lapangan. Misalkan, laga supaya dikerjakan sore (bukan malam),” tutur Mahfud di account Instagramnya. Mahfud memaparkan, aparatur keamanan sudah minta supaya jumlah ticket disamakan dengan kemampuan Stadion Kanjuruhan, yaitu 38.000 orang, tetapi saran itu ditampik oleh PT LIB dan Panpel. “Laga masih tetap diadakan malam, dan ticket yang diciptakan banyaknya 42.000,” pungkasnya.

[ad-2]

About admin

Check Also

Jokowi: Tidak boleh Sampai Persetujuan Investasi G20 Tidak Dapat Terlaksana

Jokowi: Tidak boleh Sampai Persetujuan Investasi G20 Tidak Dapat Terlaksana Presiden Joko Widodo (Jokowi) minta …