Argumen Temperatur di Ruang Operasi Dibikin Benar-benar Dingin, Ini Kata Dokter

Argumen Temperatur di Ruang Operasi Dibikin Benar-benar Dingin, Ini Kata Dokter

Beberapa netizen tuliskan berkenaan pengalaman mereka masuk ruang operasi yang disebutkan benar-benar dingin tersebar di sosial media. “Pasien: ‘ruang operasi dingin sekali ya dok. Nanti setelah operasi penyakit saya pulih tetapi sepertinya jadi masuk angin’,” catat account Twitter ini. “Ruangan radiologi gak kalah dingin kek ruangan operasi [wrrwrwr mnggigil]”

catat netizen lain. “Ruangan operasi tu dingin bgttt,” catat account ini. “Hanya pernah operasi, tahun kemarin itu. Op nya jg op enteng. Ya gak gimana2 masalahnya gak sadar. masuk ke ruangan op dingin bgt jir, tunggu dokter sekalian baring pada tempat tidurnya. Cocok dokter dtg dah disuntikin semua jenis, dibawa ngobrol2 sesaat cocok sdh itu sudah gak inget apa2 kembali,” catat account Twittter yang lain. Lantas, apa argumen ruangan operasi dibikin bersuhu benar-benar dingin?

Keterangan dokter

Dokter specialist kandungan di RS Airlangga, Jombang, Jawa Timur, Rizal Fitni sampaikan jika dianya mendapatkan beberapa pertanyaan dari netizen berkenaan apa argumen temperatur di ruang operasi dibikin benar-benar dingin.

Bahkan juga, hingga pasien operasi menggigil karena kedinginan di ruangan operasi.

“Untuk temperatur kamar operasi sebetulnya telah ada standarnya, di sini kita ada panduannya, jika temperatur udara di sini di antara 19 sampai 22 derajat celsius,”

Supaya ruang steril

Dia menerangkan, ada dua argumen kenapa temperatur di ruang operasi menyengaja ditata jadi 19-22 derajat celsius. Pertama, untuk atur kelembapan, hingga temperatur dan kelembapan dan keadaan di ruang operasi terbangun.

“Bila temperatur di ruang operasi terbangun, hingga diharap ruang steril, selanjutnya tidak tumbuhnya jamur dan lain-lain,” tutur Rizal. “Hingga benar-benar ruangan operasi pada keadaan steril,” lanjut ia.

Supaya tidak gampang berkeringat

Ke-2 , temperatur ruang operasi ditata dingin karena jaga supaya operator dan team operasi tidak berkeringat yang mengakibatkan infeksi pada pasien. Ini karena, operator dan team operasi menggunakan baju berlapis-lapis.

“Saat kita lakukan operasi, itu team operasi kan menggunakan baju yang double-doubel, itu 2-3 susunan, dan itu benar-benar panas, jika temperaturnya sama dengan temperatur ruangan,” tutur Rizal. Mengakibatkan, bila temperaturnya terlampau panas, tenaga medis akan gampang berkeringat. Kondsi itu akan punya pengaruh pada sterilitas pada ruangan operasi.

“Pikirkan saja keringat netes-netes getho di meja operasi, automatis resiko infeksi pada pasien akan makin tinggi,” paparnya. Maka dari itu, temperatur ruang operasi ditata dan dbuat dingin supaya team yang lakukan operasi tidaklah sampai gobyos (keluarkan banyak keringat). “Maka semuanya ada tujuan dan maksudnya,” tambahnya.

Pasien kedinginan

Dalam pada itu, Rizal menerangkan, pasien yang akan jalani operasi akan rasakan kedinginan karena ketidaksamaan temperatur ruangan dengan temperatur ruangan operasi yang lumayan jauh.

Hal itu tadi yang jadikan pasien berasa benar-benar dingin, bahkan menggigil. Menurut Rizal, pasien berasa kedinginan saat awalnya masuk ruangan operasi ialah hal yang normal. “Nach, untuk pasien sendiri memang saat awal mula masuk perlu penyesuaian,” tutur Rizal.

“Tapi, saat telah dibersiihkan dan umumnya tertutupi dengan kain steril umumnya tidak sedingin saat awalnya masuk ruang operasi,” katanya.

About admin

Check Also

Jokowi: Tidak boleh Sampai Persetujuan Investasi G20 Tidak Dapat Terlaksana

Jokowi: Tidak boleh Sampai Persetujuan Investasi G20 Tidak Dapat Terlaksana Presiden Joko Widodo (Jokowi) minta …