Bharada E Dikasih Peluru Tambahan oleh Sambo Saat sebelum Tembak Brigadir J

Bharada E Dikasih Peluru Tambahan oleh Sambo Saat sebelum Tembak Brigadir J

Bharada Richard Eliezer (Bharada E) disebutkan sempat dikasih peluru tambahan oleh Bekas Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo, saat sebelum lakukan pembunuhan merencanakan pada Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J).

Hal tersebut tersingkap dalam surat tuduhan Ferdy Sambo yang dibacakan dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Menurut tuduhan, Sambo waktu itu diliputi kemarahan karena istrinya, Putri Candrawathi, diperhitungkan dilecehkan oleh Yosua saat ada di rumah individu mereka di Magelang, Jawa tengah, pada 7 Juli 2022.

Sesudah terima laporan sepihak dari Putri, Sambo selanjutnya membuat gagasan untuk membabat Yosua. Menurut tuduhan, Putri dan kelompok yaitu Yosua, Eliezer, Bripka Ricky Rizal, Kuat Ma’ruf, dan seorang pendamping namanya Susi datang di dalam rumah individu di Jalan Saguling 3 Nomor 29, Jakarta, dari Magelang pada 8 Juli 2022 jam 15.40 WIB.

Sesudah lakukan test PCR, Putri memberikan laporan mengenai sangkaan penghinaan itu ke Sambo. Sambo selanjutnya minta Ricky untuk tembak, tapi ditampik karena argumen belum siap psikis. Sambo selanjutnya minta

Ricky turun dan panggil Eliezer. Eliezer selanjutnya naik menjumpai ke lantai 3 rumah individu Sambo memakai elevator.

Waktu itu Sambo menjelaskan ke Eliezer jika istrinya diperhitungkan telah dilecehkan oleh Yosua. “Seterusnya tersangka Ferdy Sambo menanyakan ke Richard Eliezer, ‘berani kamu tembak Yosua?” bertanya Sambo menurut tuduhan.

“Saksi Richard Eliezer mengatakan kesediaannya, ‘siap komandan’,” seperti diambil dari tuduhan. Dengar kesediaan Eliezer tembak Yosua, Sambo selanjutnya memberikan 1 kotak peluru 9 milimeter.

“Kemudian Ferdy Sambo minta Richard Eliezer untuk menambah amunisi pada magasin senjata api Glock 17, waktu itu amunisi dalam magasin Richard Eliezer yang sebelumnya berisi 7 butir peluru 9 milimeter ditambahkan 8 butir,” begitu menurut tuduhan Sambo.

Eliezer selanjutnya ikuti keinginan Sambo dan menambah peluru itu satu-satu ke magasin. “Lalu Ferdy Sambo berbicara kembali ke Richard Eliezer dengan mengatakan peranannya untuk tembak Nofriansyah Yosua Hutabarat, sementara Ferdy Sambo jaga Richard karena jika tersangka yang tembak dicemaskan tidak ada yang dapat jaga semua,” kata isi dalam tuduhan itu.

Pada akhirnya Eliezer pergi lebih dahulu bersama Kuat Ma’ruf, Bripka Ricky Rizal, dan Putri ke rumah dinas Duren Tiga. Dan Sambo susul.

Sesudah datang, Sambo selanjutnya masuk rumah dan terjadi kejadian berdarah itu. Menurut tuduhan, Sambo memerintah Eliezer untuk tembak Yosua.

Menurut tuduhan, Eliezer selanjutnya melepas 3 atau 4 shooting sampai Yosua tersuruk di muka tangga. Saat Yosua kritis dan mengeluh kesakitan, Sambo melepas satu shooting ke belakang kepala sampai korban wafat.

About admin

Check Also

PDI-P Berprasangka buruk Sukarelawan Janjikan Hal Tidak Sehat ke Massa, Meminta “Ring 1” Jokowi Tidak “Asal Bapak Suka”

PDI-P Berprasangka buruk Sukarelawan Janjikan Hal Tidak Sehat ke Massa, Meminta “Ring 1” Jokowi Tidak …