Flyover Kopo Bandung Lalui Tes Coba Lalu Lintasi

Flyover Kopo Bandung Lalui Tes Coba Lalu Lintasi
Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian Tugas Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) jalani eksperimen Lalu Lintasi jalan layang atau Flyover Kopo Kota Bandung pada Kamis ini. Secara susunan, flyover sejauh 1,3 km ini sudah usai 100 % dan telah jalani tahapan Tes Laik Peranan.

Staff Pakar Menteri PUPR Sektor Tehnologi, Industri, dan Lingkungan sebagai Juru Berbicara Kementerian PUPR Endra S. Atmawidjaja menerangkan, tiap pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan seperti Flyover Kopo harus dilaksanakan tes laik peranan saat sebelum dengan cara resmi dibuka.

“Sesudah dipastikan aman dan telah dibereshkan semua, baru dilaksanakan eksperimen jalan raya (open trafik), terhitung kelengkapan marka dan rambu-rambunya,” terang ia dalam info tercatat,

Menurut dia, telah dilaksanakan publikasi ke warga berkaitan eksperimen yang sudah dilakukan.

Sepanjang eksperimen terbatas ada banyak ketetapan yang perlu ditaati salah satunya tipe kendaraan yang dibolehkan kendaraan beroda 2 dan mobil penumpang, terhitung kendaraan berat dengan limitasi, lalu tidak dibolehkan stop dan parkir di atas jalan layang, jaga kebersihan, dan keteraturan di tempat flyover.

Untuk keamanan, keselamatan dan kenyamanan warga selama saat eksperimen, Kementerian PUPR lewat Balai Besar Penerapan Jalan Nasional (BPJN) DKI Jakarta-Jawa Barat terus akan bekerjasama dengan faksi Kepolisian Wilayah dan Dinas Perhubungan Pemerintahan di tempat untuk penataan lalu lintasinya. Diharap keterlibatan warga Bandung untuk menolong jaga dan memiara Flyover Kopo.

“Sama sesuai gagasan timeline yang telah disetujui, sesudah dilaksanakan eksperimen pada Rabu, 21 September jam 24.00 WIB karena itu seterusnya akan dilaksanakan penilaian bersama Komunitas Lalu Lintasi Jawa barat. Diharap dalam kurun waktu 1 minggu telah didapat hasilnya,” kata Endra.

Pendanaan SBSN

Kepala BBPJN Jakarta-Jawa Barat Wilan Oktavian menjelaskan, pembangunan Flyover Kopo diawali pada November 2020 dengan nilai kontrak Rp 288,76 miliar yang dananya datang dari Surat Bernilai Syariah Negara (SBSN).

Semua proses pembangunan selesai. Untuk selanjutnya dilaksanakan serah-terima sementara tugas provisional hand over (PHO).

“Flyover ini mempunyai panjang 1,3 km dan lebar 18 mtr. yang terbagi dalam 4 jalur dan 2 lajur. Konstruksi flyover mempunyai dua tipe gelagar tipe PCU Girder rentang 46 mtr. dan tipe PCI Girder rentang 43 mtr. dengan fondasi yang dipakai tipe bore pile diameter 1.2 mtr.,” kata Wilan.

Urai Kepadatan

Flyover Kopo menghampar di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung yang mempunyai tujuan untuk mengurai kepadatan jalan raya di batas sebagai penyambung Kota Bandung dan Kabupaten Bandung. Jalan Soekarno-Hatta di Kopo sebagai lajur khusus untuk beberapa komuter untuk daerah Cimahi-Bandung.

Teritori itu ada 2 persilangan dan akses tol yakni Tol Kopo dan Tol Pasir Koja, hingga sering alami kemacetan. Diharap, kehadiran Flyover Kopo nanti bisa kurangi kepadatan arus kendaraan yang sering terjadi di persilangan Kopo, Cibaduyut dan Pasir Koja.

 

About admin

Check Also

Menhub: Operasionalisasi Kereta Cepat Membuka Peluang Kerja untuk China dan Indonesia

Menhub: Operasionalisasi Kereta Cepat Membuka Peluang Kerja untuk China dan Indonesia Menteri Perhubungan (Menhub), Budi …

Leave a Reply

Your email address will not be published.