Hari Ini, Bharada Richard Eliezer Lalui Sidang Pertama Kasus Pembunuhan Brigadi Yosua

Hari Ini, Bharada Richard Eliezer Lalui Sidang Pertama Kasus Pembunuhan Brigadi Yosua

Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E akan jalani sidang pertama kasus pembunuhan merencanakan pada Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, ini hari.

Kuasa Hukum Richard Eliezer, Ronny Talapessy menjelaskan, client-nya sudah siap untuk datang langsung dalam persidangan yang diadakan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan itu.

“Siap untuk mendatangi dan tetap stabil,” tutur Ronny. Dalam sidang pertamanya, Bharada E akan dengarkan surat tuduhan yang dibacakan oleh beskal penuntut umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Adapun saat sebelum Richard, PN Jaksel sudah lebih dulu menyidangkan empat tersangka yang lain. Mereka ialah Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf.

Sidang pertama Bharada Eliezer akan dikerjakan di ruangan khusus Oemar Seno Adji di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada jam 10.00 WIB secara terbuka untuk umum.

PN Jakarta Selatan akan mengaplikasikan limitasi pengunjung sidang karena kemampuan ruangan sidang khusus yang cuma memenuhi untuk memuat 50 orang pengunjung.

Walau begitu, PN Jaksel masih tetap menampung hak khalayak untuk ikuti jalannya persidangan dengan fasilitas streaming langsung lewat TV pool.

Dijumpai, Wakil Ketua PN Jaksel Wahyu Iman Santosa bersama Morgan Simanjuntak dan Alimin Ribut Sujono sebagai hakim anggota akan jadi satu team majelis hakim yang hendak menyidangkan kasus yang menangkap lima tersangka itu.

Team majelis hakim yang dipimpin Wahyu sudah pimpin sidang kasus pembunuhan merencanakan sekalian obstruction of justice dengan tersangka Ferdy Sambo. Dalam arsip tuduhan, lima tersangka didugakan menyalahi Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 56 ke-1 KUHP.

Sementara dalam kasus obstruction of justice, selainnya Ferdy Sambo ada pula Brigjen Hendra Kurniawan, Kombes Agus Nurpatria, AKBP Bijak Rahman, Kompol Baiquni Wibowo, Kompol Chuck Putranto, dan AKP Irfan Widyanto.

Ke-7 orang itu dijaring dengan Pasal 49 jo Pasal 33 dan/atau Pasal 48 Ayat 1 jo Pasal 32 Ayat (1) Nomor 19 Tahun 2016 UU ITE. Disamping itu, mereka dijaring Pasal 55 Ayat (1) dan/atau Pasal 221 Ayat (1) kedua dan/atau Pasal 233 KUHP.

About admin

Check Also

PDI-P Berprasangka buruk Sukarelawan Janjikan Hal Tidak Sehat ke Massa, Meminta “Ring 1” Jokowi Tidak “Asal Bapak Suka”

PDI-P Berprasangka buruk Sukarelawan Janjikan Hal Tidak Sehat ke Massa, Meminta “Ring 1” Jokowi Tidak …