Jokowi Luncurkan Pandemi Fund, Dananya Masih Belum Cukup

Jokowi Luncurkan Pandemi Fund, Dananya Masih Belum Cukup

Presiden Joko Widodo sah mengeluarkan Dana Wabah (Pandemi Fund). Dana itu dipakai untuk penangkalan, kesiagaan, dan tanggapan hadapi wabah selanjutnya. Dalam tiga tahun akhir, banyak negara alami disrupsi paling berat karena wabah Covid-19.

Jokowi memandang, dunia bisa dibuktikan belum siap hadapi wabah, dunia tidak memiliki arsitektur kesehatan yang handal untuk mengurus wabah.

“Dalam periode pendek ini, dunia harus memiliki kemampuan pendanaan untuk menahan dan hadapi wabah. Yang ke-2 , membuat ekosistem kesehatan yang tersinergikan lintasi negara,” tutur Presiden RI Joko Widodo saat resmikan diambil dalam tayangan jurnalis, Selasa.

Jokowi menjelaskan, semua negara harus pastikan ketahanan komune internasional dalam hadapi wabah. “Wabah jangan kembali makan beberapa korban jiwa dan menjatuhkan beberapa sendi ekonomi global,” sebut Jokowi.

Selanjutnya Jokowi mengutamakan, presidensi Indonesia di G20 terus menggerakkan pengokohan arsitektur kesehatan global untuk merealisasikan mekanisme kesehatan global yang lebih handal pada kritis, dan lebih inklusif dan berkeadilan.

Adapun pendanaan yang diperlukan untuk memperhitungkan wabah ialah sejumlah 31,1 miliar dolar AS /tahun. Dana dipakai untuk mengongkosi mekanisme penangkalan, kesiagaan, dan tanggapan pada wabah di periode mendatang.

Banyaknya sebagai hasil study yang sudah dilakukan Bank Dunia dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) awalnya tahun 2022 ini.

Karena itu, G20 sudah setuju untuk membuat dana wabah untuk kebutuhan penangkalan, kesiagaan dan tanggapan pada wabah.

“Saya sampaikan terima kasih ke beberapa donor dari beberapa negara G20 dan non-G20, dan dari lembaga-lembaga filantropi yang sudah memberi kontributor, tetapi dana yang terkumpul belum juga memenuhi,” terang ia “Saya menginginkan support yang semakin besar kembali untuk dana wabah ini,” lebih Jokowi.

Selainnya kontributor dana, ia ajak seluruh pihak untuk memberikan dukungan beberapa ide, diantaranya pembangunan basis koordinir pengendalian masalah kesehatan, dan penghimpunan beragam data genomik internasional untuk memberikan dukungan pengawasan bakteri.

Lantas, peningkatan jaringan digital secara global, dan sertifikasi vaksin untuk memberikan fasilitas keamanan perjalanan internasional dan pembangunan pusat riset dan manufacturing yang lebih adil dan rata.

Dalam pada itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebutkan, pandemi fund akan memberi pendanaan untuk kemampuan penangkalan, kesiagaan, dan tanggapan (PPR) wabah mendatang.

Menurut dia, kerja-sama di antara keuangan dan kesehatan penting untuk menyiapkan penangkalan, kesiagaan, dan tanggapan wabah.

“Dana wabah ialah dasar di mana kita akan membuat kembali dan perkuat arsitektur kesehatan global. Ini sebagai perkembangan besar pertama dari fokus lajur kesehatan G20 tahun ini,” papar Budi.

About admin

Check Also

Jokowi: Tidak boleh Sampai Persetujuan Investasi G20 Tidak Dapat Terlaksana

Jokowi: Tidak boleh Sampai Persetujuan Investasi G20 Tidak Dapat Terlaksana Presiden Joko Widodo (Jokowi) minta …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *