Komnas HAM Nantikan Jawaban FIFA Berkaitan Tragedi Kanjuruhan Sampai Jumat Minggu Ini

Komnas HAM Nantikan Jawaban FIFA Berkaitan Tragedi Kanjuruhan Sampai Jumat Minggu Ini

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) ikut menanyakan peranan FIFA dalam tragedi Kanjuruhan yang tewaskan beberapa ratus orang. Komnas HAM bersurat ke FIFA, minimal ada lima point yang dikatakan.

“Kita kasih kesmepatan FIFA untuk menjawab sampai hari Jumat,” tutur Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam saat dijumpai reporter.

Komnas HAM menyilahkan FIFA untuk memberi respon secara langsung tercatat atau online. Apa saja jawabnya, tidak jadi masalah sepanjang proses hubungan bisa dijangkau oleh ke-2 iris pihak.

Adapun masalah pertanyaan yang dikirimkan ke FIFA sebagai pengkajian pada peraturan yang sedang dipungut oleh pihak PSSI.

“Pangkalan pertanyaan ini ialah pengkajian pada peraturan yang berada di FIFA sendiri, di PSSI, atau pengkajian sampai ini hari pada semua fakta yang kami dapatkan . Maka ada penekanan-penekanan berkaitan proses ancaman, proses adopsi dan lain-lain,” tambah Anam.

Komnas HAM memperjelas, jawaban FIFA penting untuk Indonesia. Tidak cuma untuk korban tragedi Kanjuruhan tetapi juga masa datang sepakbola Indonesia.

“Dan penting untuk loyalitas FIFA pada HAM,” tegas Anam.

Daftar Lima Pertanyaan

Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara sampaikan lima point pertanyaan yang dikirimkan ke FIFA. Pertama berkaitan tiga artikel status FIFA masalah penerapan HAM.

Komnas HAM menanyakan masalah proses FIFA memantau liga sepakbola dari negara sebagai anggotanya.

“Karenanya bagaimana pemantauan, misalkan FIFA bagaimana pada PSSI sebagai anggota FIFA dan rekondisi pada mereka sebagai korban di dunia persepakbolaan,” paparnya.

Ke-2 masalah pemantauan peraturan FIFA pada PSSI seperti proses dan ancaman bila terjadi pelanggaran.

“Jadi jika ada pelanggaran seperti apakah, prosesnya ancamannya apa semua jenis . Maka tidak cuma seperti interferensi saja, ini kan banyak diskusinya masalah interferensi pemerintahan tetapi kan pelanggaran-pelanggaran ini banyak item-itemnya, nach kami akan minta info berkaitan proses dari FIFA itu,” tutur beka.

Point ke-3 mengenai proses pemerlakukan peraturan FIFA ke anggota. Sebagai contoh, PSSI telah mengatakan jika peraturan yang digerakkan PSSI adopsi dari FIFA.

“Bahkan juga kami tanya ada yang 80%, 90% itu telah sesuai status FIFA, ini kan selanjutnya tentu saja FIFA menyepakati semuanya yang ada, nach bagaimana prosesnya, pemberiannya dan pemantauannya dan lain-lain,” tungkasnya.

Ke-4 mengenai pemantauan pada pribadi pengurus organisasi sepakbola dalam suatu negara dan ancaman yang diberi.

Komnas HAM menanyakan apa FIFA teratur saat lakukan pemantauan, bagaimana proses jikamana ada peristiwa atau standard pengatasan kejadian yang tidak sesuai dengan ketentuan.

“Apa mereka teratur untuk selanjutnya dari FIFA misalkan ke PSSI teratur atau mungkin tidak lakukan pemantauan, briefing prosesnya seperti apakah saat ada peristiwa atau bahkan juga pastikan standard FIFA ini diterapkan di negara mekanimenya seperti apakah, ini yang hendak jadi dasar keinginan info Komnas Ham pada FIFA,” terangnya.

Dan pada point paling akhir berkenaan wujud pertanggungjawaban dan pemikiran ancaman yang hendak dikasih ke organisasi sepakbola.

Beka mengaitkan jika tanda dalam pemberian ancaman banyak pemikirannya.

About admin

Check Also

Kasus Tambang Ilegal Dilacak saat sebelum Kasus Ferdy Sambo, Pemerhati: Aneh jika Kabareskrim Berasa Terserang

Kasus Tambang Ilegal Dilacak saat sebelum Kasus Ferdy Sambo, Pemerhati: Aneh jika Kabareskrim Berasa Terserang …