KPK Akan Pelajari Sangkaan Zulkifli Hasan “Titip” Sepupu Masuk Fakultas Kedokteran Unila

KPK Akan Pelajari Sangkaan Zulkifli Hasan “Titip” Sepupu Masuk Fakultas Kedokteran Unila

Komisi Pembasmian Korupsi (KPK) mengatakan akan mempelajari sangkaan keterkaitan Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan dalam kasus sangkaan suap akseptasi mahasiswa baru yang menangkap Rektor Kampus Lampung (Unila) nonaktif, Karomani.

Seperti dijumpai, dalam persidangan paling akhir, Karomani menyebutkan Ketua Umum Partai Instruksi Nasional (PAN) itu memercayakan sepupunya supaya bisa bisa lolos jadi mahasiswa Fakultas Kedokteran.

Berkaitan ini, Kepala Sisi Kabar berita KPK Ali Fikri menjelaskan faksinya akan mempelajari pernyataan Karomani. “Semua bukti sidang pasti diverifikasi dan dipelajari,” kata Ali dalam pesan tercatatnya ke reporter, Kamis.

Menurut Ali, bila memang info Zulkifli Hasan diperlukan, Beskal KPK akan panggilnya sebagai saksi untuk dilaksanakan verifikasi. Bukti persidangan itu selanjutnya akan dikaji untuk pastikan ada keterikatan dengan alat bukti lain hingga membuat bukti hukum.

“Jika diperlukan info sebagai saksi, beskal akan panggilnya untuk diverifikasi,” tutur Ali. Sebagai info, Karomani mengutarakan mahasiswa titipan Zulkifli Hasan berinisial ZAG. Awalnya, penitipan itu dikatakan oleh Ketua Federasi Pebisnis Indonesia (Apindo) Lampung, Ary Meizari Alfian.

Ary menyebutkan ZAG sebagai titipan sekalian sepupu Zulkifli Hasan. Karomani selanjutnya mengatakan akan menolong ZAG asal sama sesuai SPI dan nilai passing grade di atas 500. “Saya dikasih tahu oleh Ary, ‘ZAG ini sepupu Pak Zulkifli (Hasan), tolong ditolong’,” kata Karomani.

Menurut Karomani, ZAG selanjutnya memberi uang yang dikatakan sebagai ‘infak’ sesudah dipastikan bisa lolos penyeleksian calon mahasiswa baru Unila. Meskipun begitu, Karomani akui tidak ketahui jumlah tepat uang itu. Uang itu diterima seorang dosen Unila, Mualimin sebagai keyakinan Karomani.

Beskal KPK lalu mengutarakan jika ZAG tidak penuhi persyaratan masuk Unila. NIlai passing grade cuma 480. Tetapi, Karomani akui baru ketahui ZAG tidak penuhi standard minimum passing grade sesudah jalani penyelidikan.

“Nilai ZAG di bawah 500 baru saya mengetahui sesudah penyelidikan karena saya tidak check satu-persatu. Jika saya mengetahui dari sejak awalnya, tentu saya gagalkan kelulusannya masuk Unila,” kata Karomani.

Awalnya, Karomani dan beberapa bawahannya tertangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Bandung pada 20 Agustus.

Karomani diperhitungkan terima suap sampai lebih dari Rp 5 miliar berkaitan akseptasi mahasiswa baru lajur berdikari Unila. Sebagai rektor, Karomani berkuasa atur proses Penyeleksian Berdikari Masuk Unila (Simanila) tahun akademis 2022.

Dia selanjutnya memerintah beberapa bawahannya untuk lakukan penyeleksian secara individual pada orang-tua peserta Simanila yang mampu bayar biaya masuk Unila.

Ongkos ini di luar pembayaran sah yang diputuskan universitas. Bawahan Karomani yang itu diantaranya, Wakil Rektor I Sektor Akademis Heryandi dan Kabiro Rencana dan Humas Budi Sutomo.

Proses ini mengikutsertakan Ketua Senat Unila Muhammad Basri. Disamping itu, Karomani memerintah dosen namanya Mualimin untuk kumpulkan uang dari orang-tua mahasiswa yang sudah diluluskan.

About admin

Check Also

Anjuran BMKG Bersamaan Kekuatan Cuaca Berlebihan di Manado sampai 31 Januari 2022

Anjuran BMKG Bersamaan Kekuatan Cuaca Berlebihan di Manado sampai 31 Januari 2022 Badan Meteorologi Klimatologi …