Kuasa Hukum Sebutkan Brigjen Hendra Kurniawan Dikelabui oleh Ferdy Sambo

Kuasa Hukum Sebutkan Brigjen Hendra Kurniawan Dikelabui oleh Ferdy Sambo

Salah satunya tersangka kasus obstruction of justice atau usaha merintangi penyelidikan kasus pembunuhan merencanakan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat, Brigjen Hendra Kurniawan berasa sudah dikelabui oleh atasannya, Bekas Kadiv Propam Ferdy Sambo. Ini dikatakan oleh kuasa hukum Brigjen Hendra, Henry Yosodiningrat.

“Seperti kasus Brigjen Hendra misalkan, mereka itu, Hendra sendiri berasa dikelabui oleh Sambo. Apa yang dikisahkan Sambo ke ia, ia tidak tahu jika itu narasi yang direkayasa oleh Sambo,” sebut Henry.

Henry menjelaskan, Hendra memperoleh info yang keliru dari Ferdy Sambo. Tetapi, waktu itu Hendra memercayainya.

“Ia berpikir apa yang dikisahkan Sambo itu ialah kejadian yang sebenernya. Sesudahnya ia baru mengetahui,” sebut Henry.

Adapun Henry sebagai kuasa hukum dari 3 tersangka di kasus obstruction of justice penyelidikan kasus kematian Brigadir J.

Selainnya jadi advokat Hendra, dia bela tersangka Kombes Agus Nurpatria dan AKP Irfan Widyanto Dia mengutarakan jika dianya disuruh oleh beberapa tersangka menjadi advokat di kasus itu.

Henry janji akan professional dalam mengahadapi kasus itu.

“Saya melakukan pekerjaan karier saya, melakukan karier saya, saya dalam bela seorang bukan bela kekalahan atau memutihkan suatu hal yang hitam. Yang saya bela itu ialah kebutuhan hukum mereka, lempengkan duduk masalah yang sebetulnya,” tegas Henry.

Sebelumnya telah dikabarkan, dalam kutipan tuduhan Hendra Kurniawan di website PN Jaksel, ditulis jika Hendra mendapatkan narasi berkaitan scenario yang dibikin Sambo peristiwa baku tembak dan penghinaan seksual yang sudah dilakukan Brigadir J ke Putri Candrawathi.

Dalam tuduhan ditulis jika Hendra Kurniawan sebagai salah satunya orang yang tiba ke rumah Bekas Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo sesudah peristiwa penembakan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat di dalam rumah dinas Duren Tiga, Jakarta, 8 juli 2022.

Scenario Ferdy Sambo Saat Hendra di dalam rumah dinas itu, Ferdy Sambo bercerita masalah peristiwa baku tembak di antara Bharada E atau Richard Eliezer dan Brigadir J, hingga membuat Brigadir J meninggal.

Baku tembak itu, menurut Sambo, muncul karena Brigadir J berbuat tidak etis Putri Candrawathi (istri Ferdy Sambo). “Hendra Kurniawan menanyakan ke saksi Ferdy Sambo, ‘ada kejadian apa Bang…’, dijawab oleh saksi Ferdy Sambo, ‘ada penghinaan pada Mbakmu’,” catat isi kutipan tuduhan.

Sesudah usai mendapatkan info dari Sambo, Hendra menindaklanjutinya dengan menjumpai Karo Provos Seksi Propam Polri Benny Ali yang sudah tiba ditambah duhulu saat sebelum Maghrib pada tempat peristiwa bersama dengan Kabag Gakkum Ro Provos Divpropam Polri Susanto.

Hendra selanjutnya bertanya masalah penghinaan apa yang terjadi ke Putri. Dalam kutipan tuduhan, Benny Ali telah berjumpa dan dengar langsung masalah penghinaan dari Putri Candrawathi.

Dalam tuduhan, Benny bercerita ke Hendra jika saat Putri sedang istirahat dalam kamarnya dengan memakai pakaian tidur celana pendek, Brigadir J masuk ke kamar itu “Korban Nofriansyah Yosua Hutabarat sudah masuk kamar Putri Candrawathi dan sedang meraba paha sampai berkenaan kemaluan Putri Candrawathi, namun Putri Candrawathi terjaga dan terkejut sekalian berteriak,” tulisnya.

Karena pekikan Putri Candrawathi, korban Nofriansyah Yosua Hutabarat menodongkan senjata apinya ke Putri Candrawathi sekalian mencekik leher dan memaksakan supaya buka kancing pakaian Putri Candrawathi.

Lantas, Putri Candrawathi berteriak histeris hingga membuat Brigadir J cemas dan keluar kamar. Seterusnya, Brigadir J juga berjumpa dengan Bharada E atau Richard hingga terjadi tembak tembak.

“Narasi Benny Ali didapat dari Putri Candrawathi lalu dikisahkan kembali ke Tersangka Hendra Kurniawan,” catat isi tuduhan.

About admin

Check Also

Kapolri: Jatuhnya Helikopter Bencana Keluarga Besar Polri

Kapolri: Jatuhnya Helikopter Bencana Keluarga Besar Polri Kapolri Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo pimpin langsung …