Narasi Jokowi Saat Kuliah: Jarang-jarang Menulis, Tetapi Pandai

Narasi Jokowi Saat Kuliah: Jarang-jarang Menulis, Tetapi Pandai

Saat mengenyam kursi pengajaran di Fakultas Kehutanan, Kampus Gadjah Mada (UGM), Presiden Joko Widodo ternyata jarang-jarang menulis keterangan dosen dalam kelas.

Bukan hanya Presiden Jokowi sebetulnya, tetapi umumnya mahasiswa seangkatannya pada waktu itu mempunyai rutinitas seirama. Hal tersebut diutarakan rekan seangkatan Presiden Jokowi di UGM, Evi Yulia.

“Umumnya, rerata, cowok-cowok rekan kuliah kami itu jarang-jarang (menulis). Nach, Jika Pak Jokowi, kemungkinan intelegensinya bagus ya . Maka, lebih ke memerhatikan (dosen),” tutur Evi.

Pekerjaan tulis menulis keterangan dosen, tanpa persetujuan bersama, semakin banyak dilaksanakan oleh Evi dan rekan-rekan wanita.

Tetapi, tidak berarti Jokowi dan rekan-rekan lelaki seangkatan tidak memerlukan catatan. Faktanya setiap mendekati ujian, Evi dan rekan-rekan wanita jadi target utang catatan oleh Jokowi dan teman-temannya.

“Tentu (meminta) catatan ya baliknya ke kita-kita cewek-cewek ya,” tutur Evi. “Demikian esok ujian, ini (catatan) saya tersebar kemanapun. Ya terkadang esok ujian, malam awalnya baru kembali ke saya. Terhitung Pak Jokowi itu,” ingat ia.

Pada jaman itu, tehnologi belum sehebat sekarang ini. Tidak ada internet. Automatis, surat electronic juga tidak dikenali. Waktu itu tidak ada smartphone, bahkan juga mesin print.

Penyebaran catatan itu cuma memercayakan tangan alias catat ulangi atau dibanyakin di mesin foto copy. “Tidak ada forward forward-an saat ini. Semua masih manual waktu itu,” tutur Evi. Walau dengan bekal catatan utang, Jokowi pada waktu itu sering raih nilai bagus.

Evi menyebutkan, Jokowi adalah figur mahasiswa yang dikenali pintar. Karena itu, tidaklah aneh jika Jokowi dan rekan-rekan yang dikenali pintar yang lain jadi magnet saat ujian berjalan. Evi dan beberapa temannya cenderung pilih duduk di dekat mereka dengan keinginan ditolong dalam pembuatan.

“Ya cukup nakal-nakal kami saat itu. Jika sudah ujian, tentunya duduk di dekat anak-anak pandai. Srat sret srat sret, sama-sama menolonglah,” ingat Evi.

Sebagai rekan satu angkatan yang ketahui perjalanan akademis Jokowi saat duduk di kursi kuliah, Evi sekalian mengungkapkan kedukaannya atas rumor yang menyebutkan jika ijazah Jokowi palsu.

Dia mengharap, warga tidak ada yang memercayai rumor itu. “Karena ya kami-kami ini saksinya. Tahu benar dimulai dari masuk sampai lulus,” tutur Evi.

Evi sendiri dijumpai masuk UGM tahun 1980. Presiden Jokowi masuk juga di tahun yang serupa. Mereka tempuh program study Fakultas Kehutanan.

Berdasar info rekan-rekan seangkatan, jumlah mahasiswa dalam angkatan itu sekitar 80 di mana delapan orang salah satunya ialah wanita. Jokowi tempuh pengajaran di UGM sepanjang 5 tahun dan lulus tahun 1980.

About admin

Check Also

Kasus Tambang Ilegal Dilacak saat sebelum Kasus Ferdy Sambo, Pemerhati: Aneh jika Kabareskrim Berasa Terserang

Kasus Tambang Ilegal Dilacak saat sebelum Kasus Ferdy Sambo, Pemerhati: Aneh jika Kabareskrim Berasa Terserang …