PDI-P Berprasangka buruk Sukarelawan Janjikan Hal Tidak Sehat ke Massa, Meminta “Ring 1” Jokowi Tidak “Asal Bapak Suka”

PDI-P Berprasangka buruk Sukarelawan Janjikan Hal Tidak Sehat ke Massa, Meminta “Ring 1” Jokowi Tidak “Asal Bapak Suka”

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-P Hasto Kristiyanto menyinggung langkah sukarelawan Pergerakan Nusantara Berpadu dalam kumpulkan massa untuk berjumpa dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Stadion Khusus Gelanggang olahraga Bung Karno (GBK), Jakarta.

Hasto menjelaskan, elite sukarelawan Jokowi itu janjikan suatu hal yang kurang sehat pada massa yang datang. “Apa yang terjadi dengan acara Nusantara Berpadu jadi pelajaran politik yang penting. Ditambah dalam langkah pengerahan itu, sampai dilaksanakan beberapa cara janjikan suatu hal yang kurang sehat,” tutur Hasto dalam penjelasannya, Senin.

Hasto lalu minta supaya beberapa orang yang dekat sama kekuasaan Jokowi tidak manfaatkan kebaikan kader PDI-P itu.

Dia selanjutnya menghimbau ring 1 Jokowi tidak ‘asal bapak senang’. “PDI-P menghimbau ke ring satu Presiden Jokowi supaya tidak berlaku asal bapak suka (ABS),” kata Hasto.

Karena itu, Hasto ajak beberapa sukarelawan Jokowi memberikan dukungan dan berusaha keras jika kepimpinan Jokowi kaya prestasi dan telah on the trek. Menurut dia, Jokowi cetak prestasi untuk Indonesia dan dunia.

“Tidak untuk barisan kecil yang tetap lakukan manuver kekuasaan,” tutur Hasto.

Seperti dijumpai, sekitaran 150.000 orang sukarelawan berjumpa dengan Jokowi di GBK pada Sabtu tempo hari. Pada acara reuni sukarelawan Jokowi se-Indonesia itu tercetus pergerakan “2024 manut Jokowi”. Disamping itu, pada acara itu massa yang datang menggemakan “Jokowi tiga masa”.

Dalam pada itu, faksi oposisi seperti Partai Demokrat menyorot pembimbingan khusus yang diberi Jokowi ke sukarelawannya saat menentukan figur pimpinan yang hendak melanjutkan performanya sesudah 2024 kedepan.

Kepala Tubuh Komunikasi Vital (Bakomstra) Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra merekomendasikan Presiden Jokowi untuk konsentrasi bekerja menuntaskan beberapa tugasnya dan tak perlu pikirkan masalah pemilhan presiden (calon presiden) 2024.

“Anjuran kami, Presiden konsentrasi bekerja benahi keadaan negeri ini di tersisa waktu dua tahun ini. Rakyat banyak yang kesusahan ekonominya, makan setiap hari juga berat,” tutur Herzaky ke Kompas.com, Minggu.

Herzaky memandang, rakyat Indonesia lumayan banyak yang sekarang ini kehilangan tugas karena ada wabah Covid-19. Disamping itu, ekonomi warga saat pendemi belum sembuh dengan harga-harga bahan dasar yang susah dicapai.

“Ada banyak yang tidak bekerja dan tidak bekerja semenjak wabah. Bahkan juga, PHK makin menyebar dimana saja, daya membeli rakyat tidak juga bertambah, teror stagflasi juga di muka mata,” kata Herzaky.

“Tidak perlulah repot kasih code sana-sini untuk masalah calon presiden 2024. Apa lagi kumpulkan sukarelawan. Memang ini musim kampanye? Lebih bagus uang buat pengerahan sukarelawan tempo hari, digunakan buat tolong korban musibah Cianjur. Akan lebih berguna dan bermartabat,” katanya kembali.

About admin

Check Also

Anjuran BMKG Bersamaan Kekuatan Cuaca Berlebihan di Manado sampai 31 Januari 2022

Anjuran BMKG Bersamaan Kekuatan Cuaca Berlebihan di Manado sampai 31 Januari 2022 Badan Meteorologi Klimatologi …