Pemerhati: TNI Harus Interograsi Pemicu Kematian Prada Indra

Pemerhati: TNI Harus Interograsi Pemicu Kematian Prada Indra

Pemerhati militer dari Institute for Security and Taktikc Studies (ISESS) Khairul Fahmi menjelaskan TNI harus menginvestigasi habis pemicu kematian prajurit TNI AU Prada Muhammad Indra Wijaya.

Penyebabnya, info yang dikatakan Koopsud III Biak tempat Prada Indra bekerja masalah pemicu kematian, berlainan dengan keadaan mayat.

Faksi keluarga mendapati beberapa cedera bengkak dan irisan di mayat Prada Indra. “TNI wajib melakukan interograsi pemicu kematian yang sebenarnya. Seumpama peluang ada penindasan atau perkelahian. Terhitung lewat autopsi pada jasad Prada Indra,” kata Fahmi ke Kompas.com, Rabu.

Fahmi menjelaskan bila betul terjadi kekerasan pada Prada Indra, itu memperlihatkan jika kesadaran untuk menuntaskan permasalahan berdasar hukum masih susah untuk diaplikasikan di lingkungan TNI.

Fahmi juga berkata lembaga TNI tidak ada di atas hukum. Karenanya tindak kekerasan apa saja yang mengikutsertakan anggota TNI harus diolah hukum.

“Praktik-praktik angkuhsi dan kekerasan seperti di periode lalu, baik pada masyarakat atau di lingkungan TNI sendiri tidak selayaknya kembali untuk tertutupi. Siapa saja yang menantang hukum, tidak sepantasnya diproteksi,” papar Fahmi.

Sebelumnya telah dikabarkan, Muhammad Indra Wijaya wafat sesudah sempat dirawat di Rumah Sakit Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Manuhua Biak, pada Sabtu.

Kematian Indra itu juga dipandang tidak lumrah. Faksi keluarga menyangka ada keganjilan atas kematian Indra. Dalam pada itu, TNI Angkatan Udara (AU) dalam masalah ini Unit Polisi Militer (Satpom) Koopsud III Biak, masih menyelidik dan mempelajari sangkaan kekerasan yang dirasakan Indra.

Prada Muhamad Indra Wijaya sebagai Tamtama yang bekerja di Sekretariat Makoopsud III Biak.

Kepala Dinas Pencahayaan TNI AU (Kadispenau) Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah menjelaskan Indra disampaikan sudah wafat di dalam rumah Sakit Lanud Manua Biak, sebelumnya setelah tidak sadarkan diri di mess tamtama Tiger Makoopsud III Biak.

“Pada peristiwa itu, TNI AU sudah meredam empat prajurit, yang diperhitungkan turut serta dalam tindakan kekerasan, untuk diminta info dan penyelidikan selanjutnya,” kata Indan.

Akan jatuhkan ancaman hukum sama sesuai ketentuan yang berjalan jika keempatnya bisa dibuktikan lakukan tindak pidana penindasan pada Indra. “Jika bisa dibuktikan diketemukan ada tindak pidana penindasan, TNI AU akan memberi ancaman hukum tegas, sama sesuai ketentuan yang berjalan,” kata Indan.

About admin

Check Also

Jokowi: Tidak boleh Sampai Persetujuan Investasi G20 Tidak Dapat Terlaksana

Jokowi: Tidak boleh Sampai Persetujuan Investasi G20 Tidak Dapat Terlaksana Presiden Joko Widodo (Jokowi) minta …