Presiden Rusia, Meksiko dan Brasil Tidak Datang di KTT G20 Bali

Presiden Rusia, Meksiko dan Brasil Tidak Datang di KTT G20 Bali

Tiga kepala negara anggota G20, yaitu Rusia, Brasil dan Meksiko tidak datang di Bali saat penerapan Pertemuan Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada 15-16 November 2022.

Hal itu diutarakan Menteri Luar Negeri (Menteri luar neger) Retno Marsudi saat menerangkan mengenai kejelasan kedatangan beberapa kepala negara untuk KTT G20.

“Dari negara G20, Presiden Meksiko (Andres Manuel Lopez Obrador) yang tidak bisa datang di Bali akan diwakilkan oleh Menteri luar neger Meksiko (Marcelo Ebrard),” tutur Retno dikutip dari tayangan jurnalis di situs sah Sekretariat Cabinet, Minggu.

Selanjutnya, Presiden Brasil diperkirakan akan datang lewat virtual. “Disamping itu, Kemenlu sudah terima nota diplomatik dari Kedutaan Besar Rusia di Jakarta yang sampaikan Presiden Vladimir Putin tidak bisa datang di Bali langsung,” ungkapkan Retno.

Seperti dijumpai, negara dan instansi anggota G20 terbagi dalam Amerika Serikat (AS), Australia, Argentina, Brasil, China, Kanada, Uni Eropa, Jerman, Perancis, India, Indonesia, Italia, Jepang, Meksiko, Arab Saudi, Rusia, Afrika Selatan, Korea Selatan, Turkiye, dan Inggris.

Selainnya negara anggota G20, Indonesia sebagai presidensi mengundang beberapa negara lain, salah satunya Ukraina dan Fiji. Retno mengutarakan, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky akan ikuti KTT G20 lewat virtual.

“Dari faksi undangan, Pemerintahan Fiji yang jalani penyeleksian umum mengirim utusan khusus (special envoy). Dan Presiden Ukraina akan berperan serta lewat virtual,” katanya.

Retno meneruskan, berdasar data Kemenlu sampai 11 November, telah ada verifikasi kedatangan langsung 17 pimpinan G20 di saat KTT. Dalam pada itu, keseluruhan kedatangan beberapa pimpinan dunia, terhitung Presiden Joko Widodo ialah 36 orang dari keseluruhan 41 peserta.

“Kedatangan 18 pimpinan G20, terhitung Indonesia, ditambahkan 8 dari 10 negara undangan dan pimpinan 10 organisasi internasional sebagai tingkat kedatangan yang tinggi sekali dan menggambarkan loyalitas bersama untuk pastikan G20 masih tetap efisien di tengah-tengah keadaan yang paling susah sekarang ini,” kata Retno.

Ia menjelaskan, pada keadaan normal juga tidak tiap penerapan KTT G20 bisa didatangi oleh semua pimpinan negara undangan.

“Pada keadaan normal, tidak ada perang, tidak terjadi apa-apa, karena kan masing-masing kepala negara mempunyai aktivitas yang kemungkinan tidak dapat ditinggal dalam negerinya, dan lain-lain,” lanjut Retno.

“Jadi jika dahulu tidak semua leaders datang dalam keadaan normal, jika saat ini ada minus satu, minus dua, it’s okay,” sambungnya. Awalnya, Presiden Jokowi sampaikan rasa sukur atas verifikasi kedatangan beberapa pimpinan negara G20 di Bali, di sekarang ini dunia ada pada keadaan yang tidak normal karena wabah Covid-19 dan kritis yang lain.

“Untuk angka 17-18 (verifikasi kedatangan pimpinan negara pada G20) itu telah sebuah angka yang paling banyak. Pada kondisi normal juga angka 18, angka 17 telah banyak,” tutur Presiden selesai mengevaluasi Indo Defence 2022 Expo dan Komunitas yang diadakan di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat pada 2 November kemarin.

Presiden menjelaskan, kehadiran beberapa pimpinan negara pada KTT G20 di Bali sebuah kehormatan untuk Indonesia. “Maknanya pada kondisi yang paling susah semacam ini, beliau-beliau tiba itu sebuah kehormatan untuk kita,” katanya.

About admin

Check Also

Kasus Tambang Ilegal Dilacak saat sebelum Kasus Ferdy Sambo, Pemerhati: Aneh jika Kabareskrim Berasa Terserang

Kasus Tambang Ilegal Dilacak saat sebelum Kasus Ferdy Sambo, Pemerhati: Aneh jika Kabareskrim Berasa Terserang …