Profesor Azyumardi Azra Disemayamkan secara Militer Dipegang Menko Muhadjir Effendy

Profesor Azyumardi Azra Disemayamkan secara Militer Dipegang Menko Muhadjir Effendy

Ketua Dewan Jurnalis Profesor Azyumardi Azra disemayamkan secara militer di Taman Pusara Pahlawan Nasional Khusus Kalibata,

Menteri Koordinator Sektor Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhadjir Effendy, pimpin upacara penyemayaman cendikiawan muslim itu.

Prajurit penembak Salvo melepas 1x peluru ke udara diteruskan alunan pukulan drum menemani pengurangan peti mayat ke liang kubur.

Menteri Koordinator Sektor Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhadjir Effendy, selanjutnya menumpuk liang kubur dengan tanah secara simbolik.

Beberapa pelayat datang memberi penghormatan paling akhir ke mendiang. Mereka duduk di bawah tenda putih yang ada di dekat tempat pusara. Beberapa tokoh negara terlihat ikuti acara penyemayaman.

Ada Lukman Hakim Saifuddin, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Agus Harimurti Yudhoyono, Jusuf Kalla.

Acara penyemayaman ditutup dengan pembacan doa yang dipegang Imam Besar Mushola Istiqlal Nasaruddin Umar.

Profesor Azyumardi Azra meninggal dunia pada Minggu, 18 September 2022, jam 12.30 waktu di tempat di Rumah Sakit Serdang, Selangor, Malaysia.

Saat sebelum wafat, Azyumardi sempat jalani perawatan intens di Rumah Sakit (RS) Serdang, Selangor, sesudah sesak napas saat dalam penerbangan dari Jakarta ke arah Kuala Lumpur pada Jumat 16 September 2022.

Disalatkan di Auditorium UIN Syarif Hidayatullah

Mayat Prof Azyumardi Azra disalatkan oleh beberapa ribu orang yang terbagi dalam mahasiswa, aktivis, akademiki, dan sanak keluarga di auditorium UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Beberapa petinggi ikut datang dalam sholat mayat itu. Seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Imam Besar Mushola Istiqlal, Nasaruddin Umar, dan Menkopolhukam Mahfud MD, Kepala Kantor Kepresidenan Moeldoko, dan anggota Dewan Jurnalis ikut rapatkan shaf untuk menyolatkan mayat mendiang.

Sholat mayat dilaksanakan pas jam 07.00 pagi. Beberapa jemaah penuhi seisi auditorium.

Selesai disalatkan seterusnya jenasah akan disemayamkan di Taman Pusara Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan. Faksi keluarga yang diwakili oleh si anak, secara simbolik memberikan mayat ke universitas untuk disemayamkan, seterusnya dari faksi universitas memberikan ke negara.

Mayat dibawa dengan mobil mayat punya Komado Garnisun Masih tetap I Jakarta. Menemani ada di belakangnya keluarga, Dewan Jurnalis, Rektor dan civitas UIN dan yang lain.

 

About admin

Check Also

Menhub: Operasionalisasi Kereta Cepat Membuka Peluang Kerja untuk China dan Indonesia

Menhub: Operasionalisasi Kereta Cepat Membuka Peluang Kerja untuk China dan Indonesia Menteri Perhubungan (Menhub), Budi …

Leave a Reply

Your email address will not be published.