Rekonstruksi Insiden Kanjuruhan di Mapolda Jawa timur Dinilai Kurang Transparan

Rekonstruksi Insiden Kanjuruhan di Mapolda Jawa timur Dinilai Kurang Transparan

Rekonstruksi Insiden Stadion Kanjuruhan 1 Oktober 2022 yang diadakan Polri dan Team Kombinasi Mandiri Pencarian Bukti (TGIPF) dipandang kurang transparan.

Sebagai info, rekonstruksi itu diadakan di atas lapangan Mapolda Jawa Timur. Koordinator Instansi Kontribusi Hukum (LBH) Pos Malang, Daniel Siagian, memandang jika rekonstruksi itu seharusnya dilaksanakan untuk kebutuhan khalayak, terutamanya korban Bencana Kanjuruhan dan Aremania.

“Rekonstruksi semestinya dilaksanakan secara terbuka di Stadion Kanjuruhan, bukan secara tertutup di Polda Jawa timur,” tutur Daniel dalam info tercatat, Rabu.

Dia mengatakan, rekonstruksi yang digelar di Stadion Kanjuruhan perlu dikerjakan supaya tidak memunculkan kebimbangan berkaitan transparan hasil rekonstruksi itu.

Keterkaitan khalayak yang bisa mengawasi jalannya rekonstruksi dipandang harus menjadi target utama.

“Ditambah lagi, kurang keterkaitan korban dalam rekonstruksi itu. Semestinya, keterkaitan khalayak dalam pengawasan rekonstruksi ini harus dilaksanakan, terkhusus faksi saksi korban,” tutur Daniel.

Rekonstruksi bencana Kanjuruhan diadakan penyidik Subdit I Kamneg Ditreskrimum Polda Jawa timur bersama Bareskrim Polri sebagai team penyidik TGIPF di Lapangan Sepak Bola Mapolda Jawa timur, Rabu siang.

“Ini dalam rencana tindak lanjuti referensi dari TGIPF ke Polri untuk lakukan rekonstruksi. TUjuannya adalah agar semakin menegaskan keadaan dan bukti yang berada di lapangan,” tutur Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo. “Rekonstruksi ini akan menolong team kejaksaan di pada proses persidangan peradilan,” katanya.

Dalam rekonstruksi itu, didatangkan tiga terdakwa dari faksi keamanan, yaitu Kompol Wahyu Setyo sebagai Kabag Ops Polres Malang, AKP Has Darmawan sebagai Komandan Kompi (Danki) 3 Brimob Polda Jawa timur, dan AKP Bambang Sidik Achmadi, Kasat Samapta Polres Malang.

Tetapi, dalam rekonstruksi ini, ada ketidaksamaan berarti dalam soal penembakan gas air mata. Versus rekonstruksi, selongsong gas air mata jatuh di sentelban stadion.

Dalam pada itu, bukti di atas lapangan memperlihatkan jika shooting gas air mata banyak ke arah tribune Stadion Kanjuruhan, bahkan juga jatuh pas di tribune selatan, seperti terekam oleh beberapa supporter.

About admin

Check Also

PDI-P Berprasangka buruk Sukarelawan Janjikan Hal Tidak Sehat ke Massa, Meminta “Ring 1” Jokowi Tidak “Asal Bapak Suka”

PDI-P Berprasangka buruk Sukarelawan Janjikan Hal Tidak Sehat ke Massa, Meminta “Ring 1” Jokowi Tidak …