Saat Anies Jamin Jakarta Masih tetap Jadi Tuan Rumah Formulasi E dan Tidak Diambil Pindah Singapura…

Saat Anies Jamin Jakarta Masih tetap Jadi Tuan Rumah Formulasi E dan Tidak Diambil Pindah Singapura…

Pagelaran balapan mobil listrik atau Formulasi E Jakarta diberitakan akan diambil pindah oleh Singapura.

Hal tersebut disebutkan oleh Bekas Duta Besar Indonesia untuk Polandia Peter F Gontha. Ia menyebutkan Singapura siap menggantikan Formulasi E Jakarta karena acara itu selalu dipersoalkan beragam faksi di Indonesia.

Dalam ciutan di account Twitter @PeterGontha, Peter mengklaim dia memperoleh info dari ring satu media international yang mengatakan jika Singapura akan menggantikan acara balapan mobil Formula-E dan tanda-tangani kesepakatan sepuluh tahun dengan Formulasi E Operation (FEO).

“Karena Indonesia ribut berkenaan Formulasi E bulan kemarin. Mari kita ribut terus supaya semua dilaksanakan di Singapura saja!” catat Peter dalam ciutan account Twitter @PeterGontha yang diawasi
Berita itu langsung dibantah oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Menurut dia, Formulasi E tetap berjalan di Jakarta sampai 2024, walau dianya tidak kembali memegang jadi orang nomor satu di Jakarta.

“(Formula E) Jakarta masih tetap merencanakan (diadakan sampai 2024),” papar Anies, dijumpai di Jakarta Selatan,

Dalam peluang itu, Anies juga menyikapi pengakuan bekas Duta Besar Polandia Peter Gontha yang menyebutkan jika Formulasi E Jakarta diambil pindah oleh Singapura.

Menurut Anies, Formulasi E sebagai balap mobil yang diadakan setiap daerah. Dia memberikan contoh Bangkok, Kuala Lumpur, dan Manila yang mengadakan Formulasi E tanpa sama-sama ikut serta penyelenggaraan keduanya. “Jika Jakarta kan sendiri. Tiap (kota) mempunyai kerja-sama masing-masing (dengan Formulasi E Operation/FEO),” ucapnya. “Jika ada kota lain ( mengadakan Formulasi E) apa Bangkok, Kuala Lumpur, Manila, mereka jalan masing-masing, tidak berkaitan dengan Jakarta,” ikat Anies.

Ada pagelaran Formulasi E di Jakarta memang memunculkan banyak masalah sampai pada akhirnya ada rumor Formulasi E akan diambil pindah oleh Singapura.

Berikut beragam jenis masalah berkaitan ajang Formulasi E Jakarta:

1. Sangkaan maaladministrasi Sangkaan maaladministrasi disingkap oleh Anggota Fraksi PDI-P DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak. Dia memandang ada penyimpangan kuasa dari Anies dalam mengadakan Formulasi E. “Bagaimana menerangkan penyimpangan kuasa ini sebagai tanggung-jawab KPK, yang diharap (dapat) professional dan serius dalam melakukan pekerjaan dasar dan peranan atau tanggung jawabannya,” katanya
Selanjutnya, dia menjelaskan jika Pemerintah provinsi DKI tidak juga melakukan audit penyelenggaraan Formulasi E sampai sekarang. Gelaran balap mobil listrik tersebut berjalan pada 4 Juni 2022. Gilbert juga mengatakan jika hal itu sebagai wujud malaadministrasi. “Di pertemuan penilaian P2APBD pekan kemarin, terang tersingkap jika audit (neraca keuangan) tidak juga dikerjakan dengan argumen tidak ada kantor akuntan yang bagus yang siap mengaudit,” katanya.
Disamping itu, dia menyorot mengenai kosongnya transparan hasil perundingan ulangi di antara pelaksana Formulasi E sekalian BUMD DKI Jakarta, PT Jakarta Propertindo (Jakpro), dengan Formulasi E Operation (FEO). Selanjutnya, membesarnya commitment fee Formulasi E sampai Rp 90 miliar jadi perhatian. Menurut Gilbert, hal tersebut tak pernah dibuka di pertemuan.

2. Sangkaan diplomatisasi Dalam pada itu, Bekas Wakil KPK dan sisa Ketua Komite Penangkalan Korupsi Team Gubernur DKI Jakarta, Bambang Widjojanto, cemas bila rumor Formulasi E ini dipolitisasi oleh beberapa pihak yang ingin cara politik Anies berhenti. Bambang yakini jika tekanan politik tengah kuat di tahun 2022 ini mendekati penyeleksian umum pada 2024 kedepan, di mana Anies digadangkan sebagai salah satunya calon kuat Presiden Indonesia. Tekanan politik yang kuat lalu dipandang mempunyai potensi memacu sinetron sampai “korupsi diplomatis”. “Hingga, bisa banyak terbentuk keributan yang memperlihatkan semakin rapuhnya proses penegakan hukum yang orisinal,” tutur Bambang.

Fraksi PDI Perjuangan dan PSI dipandang sering menanyakan masalah commitment fee Formulasi E sampai ajukan interpelasi atas penyelenggaraan balap mobil listrik itu. Sikap ke-2 fraksi itu, kata Bambang, malah bertolak-belakang dengan keputusan sebagian besar anggota DPRD DKI yang menyepakati penyelenggaraan Formulasi E Jakarta. Simak juga: Masalah Tidak Berbuntut Formulasi E: Terlalu lama walau Balapan Telah Diadakan

3. Anies diundang KPK Disamping itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tiba penuhi panggilan Komisi Pembasmian Korupsi (KPK) untuk diminta info masalah pagelaran Formulasi E. Instansi anti-korupsi itu dijumpai sudah kumpulkan info sangkaan korupsi Formulasi E semenjak 4 November 2021. Adapun kehadiran Anies ke KPK untuk diminta info berkaitan penyidikan sangkaan korupsi Formulasi E, yakni sekitar pertama kali penawaran Formulasi E, rencana, penganggaran, penerapan, sampai keuntungan. Dijumpai, tidak lama sesudah KPK mengawali penyidikan, instansi anti-korupsi itu minta info dari Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) DKI Jakarta. Lantas, pada 9 November 2021, bekas Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto sebagai anggota sektor hukum dan penangkalan korupsi Team Gubernur untuk Pemercepatan Pembangunan (TGUPP) bersama Pemerintahan Propinsi DKI Jakarta tiba ke KPK.

Mereka memberikan beragam document berkaitan tingkatan Formulasi E, dimulai dari kesepakatan sampai penyiapan penyelenggaraan. Selainnya faksi Pemerintah provinsi, KPK mengeruk info dari Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi. Politisi PDI Perjuangan itu sebagai salah satunya yang lakukan rapat hak interpelasi berkaitan Formulasi E yang cuma disokong fraksi PDI Perjuangan dan PSI. Tetapi, interpelasi itu malah berbuntut pada laporan ke Tubuh Kehormatan. Prasetyo menyorot proses pembayaran commitment Formulasi E yang sudah dilakukan Pemerintah provinsi DKI Jakarta menubruk ketentuan. Masalahnya commitment Formulasi E telah dibayar walau bujet belum ditetapkan.

 

About admin

Check Also

Jokowi: Tidak boleh Sampai Persetujuan Investasi G20 Tidak Dapat Terlaksana

Jokowi: Tidak boleh Sampai Persetujuan Investasi G20 Tidak Dapat Terlaksana Presiden Joko Widodo (Jokowi) minta …