Saat Gempa Cianjur, Service Komunikasi Sempat Terusik Sekarang Mulai Sembuh

Saat Gempa Cianjur, Service Komunikasi Sempat Terusik Sekarang Mulai Sembuh

Plt. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Ismail menjelaskan, gempa bumi memiliki kekuatan magnitudo 5,6 yang terjadi pada Senin  menyebabkan masalah pada beberapa infrastruktur telekomunikasi yang berada di teritori itu.

Menurutnya, masalah muncul karena suplai listrik ke base transceiver station (BTS) terputus. “Masalah terjadi karena suplai listrik ke site BTS terputus.

Komenkominfo telah memantau keadaan service mobile dan minta operator mobile untuk mempersiapkan suplai power cadangan dengan mobile backup power (MBP) dan genset portable,” tutur Ismail dikutip dari tayangan jurnalis Kemenkominfo, Senin.

Ismail menerangkan jam 18.30 WIB cara rekondisi sudah dilaksanakan Telkomsel untuk 118 site BTS yang alami masalah suplai listrik.

Selanjutnya, Indosat susul dengan mengembalikan 10 site BTS terimbas di Sukabumi dan 81 site BTS di Cianjur. Dalam pada itu, XL Axiata berusaha mengembalikan 63 site BTS terimbas.

Smartfren mengembalikan 12 site BTS. “Pada umumnya service jaringan telekomunikasi mobile masih lumayan aman dengan suplai listrik genset. Kami dan operator mobile berusaha untuk jaga kemampuan,” papar Ismail.

Ia juga pastikan pada umumnya keadaan jaringan tulang punggung Telkom Indonesia (Transport DWDM dan Link Metro E) pada keadaan aman.

Meski begitu, ada banyak Sentral Telephone Otomat (STO) paling dekat dari epicentrum gempa yang bumi terimbas.

Namun, sekarang ini sudah dilaksanakan cara mitigasi. “Service di STO Cianjur, Cibeber, Sukanegara dan Sukaresmi, disampaikan normal, suplai listrik atau catuan PLN off dan sementara memakai genset,” terangnya.

Menurut Ismail, Kemenkominfo dan operator telekomunikasi mobile terus lakukan pantauan kemampuan dan kualitas jaringan telekomunikasi di tempat terimbas gempa.

Selanjutnya lakukan cara rekondisi pada infrastruktur telekomunikasi yang alami masalah jika dibutuhkan.

Sebeblumnya terjadi gempa bumi dengan magnitudo 5,6 di Kabupaten Cianjur, Propinsi Jawa Barat jam 13.21 WIB pada Senin.

BMKG menulis terjadi 25 gempa susulan saat gempa dengan magnitude (M)5,6 Cianjur, Jawa Barat. Magnitudo gempa susulan paling besar 4 dan magnitudo paling kecil 1,8.

Data paling akhir Pusat Pengaturan Operasi (Pusdalops) BNPB pada Senin (21/11) jam 19.34 WIB menulis 62 orang wafat karena gempa itu.

Disamping itu, 25 orang terdaftar masih tertimbun robohan bangunan di Dusun Cijedil, Kecamatan Cugenang dan 79 orang yang lain beberapa luka.

Masyarakat pindah disampaikan sekitar 5.389 orang yang menyebar di sejumlah titik. Sementara untuk kerusakan infrastruktur, di Kabupaten Cianjur sendiri terdaftar sekitar 2.272 rumah hancur, 1 unit ponpes hancur berat, 1 RSUD Cianjur hancur enteng, 4 unit gedung pemerintahan hancur, 3 unit fasilitas pengajaran hancur, 1 unit fasilitas beribadah hancur. Gempa mengakibatkan longsor yang tutup jalan lintasi propinsi di Kabupaten Cianjur.

About admin

Check Also

PDI-P Berprasangka buruk Sukarelawan Janjikan Hal Tidak Sehat ke Massa, Meminta “Ring 1” Jokowi Tidak “Asal Bapak Suka”

PDI-P Berprasangka buruk Sukarelawan Janjikan Hal Tidak Sehat ke Massa, Meminta “Ring 1” Jokowi Tidak …