Sidang Richard Eliezer dkk, Beskal Datangkan 4 Tersangka Kasus “Obstruction of Justice”

Sidang Richard Eliezer dkk, Beskal Datangkan 4 Tersangka Kasus “Obstruction of Justice”

Beskal Penuntut Umum (JPU) akan mendatangkan 17 orang saksi dalam persidangan kasus pembunuhan merencanakan pada Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dengan tersangka Richard Eliezer atau Bharada E, Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf, ini hari, Senin.

Penasihat hukum Kuat Ma’ruf, Irwan Irawan mengutarakan jika 17 orang yang hendak didatangkan JPU salah satunya ialah empat tersangka kasus obstruction of justice atau perintangan proses penyelidikan berkaitan pengusutan kasus pembunuhan Brigadir J.

“Beskal datangkan 17 orang saksi,” kata Irwan ke Kompas.com, Minggu malam. Ke-4 tersangka kasus perintangan penyelidikan yang akan jadi saksi ialah bekas Kaden A Ropaminal Agus Nur Patria dan Koordinator Sekretaris Individu (Korspri) Ferdy Sambo, Chuck Putranto.

Selanjutnya, Wakaden B Agen Paminal Propam Polri Bijak Rahman Bijakin dan PS Kasubag Riksa Baggak Norma Agen Watprof Seksi Propam Baiquni Wibowo.

Dalam pada itu, belasan saksi yang lain yang didatangkan beskal terbagi dalam Anggota Kepolisian yang bekerja di Seksi Karier dan Penyelamatan (Propam) Polri.

Mereka ialah staff individu (Sespri) bekas Kepala Seksi (Kadiv) Propam Ferdy Sambo, Novianto Rifai dan Karyawan Harian Terlepas (PHL) yang ditempatkan kerja Sambo di Seksi Propam namanya Ariyanto.

Selanjutnya, Kabag Litpras di Agen Penyelamatan Intern (Paminal) Seksi Propam Harun Yuni Aprin dan Sekretaris Agen (Sesro) Provos Seksi Propam Sugeng Putu Wicaksono.

Seterusnya, Kepala Tata Usaha dan Masalah Dalam (Kataud) Seksi Propam Toni Ridho Nugroho dan Kepala Sisi Penegakan Hukum (Kabag Gakkum) Provos Div Propam Susanto Haris.

Beskal pasti akan menhhadirkan Pemeriksa Forensik Muda Sub Sektor Computer Forensik Polri Panji Zulfikar Sidik dan Pemilik Usaha CCTV namanya Tjong Tjiu Fung alias Afung.

Disamping itu, ada pula Anggota Sub Sektor Senjata Api Balistik Metalurgi Forensik (Subbid Senpi Balmetfor) pada Pusat Laboraturium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri Santun Utomo dan Kepala Masalah Logistik Servis Warga Polri Linggom Parasian siahaan.

Saksi yang lain yang didatangkan JPU ialah dua Pendamping Rumah Tangga (ART) Sartini alias Tini dan Rojiah alias Jiah dan driver atau pengemudi dari Kepala Unit Reserse Kriminil (Kasat Reskrim) Polres Metro Jakarta Selatan, Ridwan Soplanit, Audi Pratowo.

Dalam tuduhan beskal, Richard Eliezer tembak Brigadir J atas perintah bekas Kepala Seksi (Kadiv) Propam saat itu, Ferdy Sambo.

Kejadian pembunuhan Yosua disebutkan terjadi sesudah narasi Putri Candrawathi yang akui dilecehkan Yosua di Magelang. Selanjutnya, Ferdy Sambo geram dan berencana pembunuhan pada Yosua yang mengikutsertakan Richard Eliezer, Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf.

Pada akhirnya, Brigadir J meninggal di dalam rumah dinas Sambo di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan pada 8 Juli 2022.

Atas tindakannya, Richard Eliezer, Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf dituduh menyalahi Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 56 ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Kelimanya terancam pidana optimal hukuman mati, penjara sepanjang umur atau selamanya 20 tahun.

About admin

Check Also

Anjuran BMKG Bersamaan Kekuatan Cuaca Berlebihan di Manado sampai 31 Januari 2022

Anjuran BMKG Bersamaan Kekuatan Cuaca Berlebihan di Manado sampai 31 Januari 2022 Badan Meteorologi Klimatologi …